Tabloid ibu & Anak – Seringkali kita menekankan anak untuk pintar dan berprestasi. Sampai lupa memperhatikan kecerdasan lainnya yang tak kalah penting. Kecerdasan apa lagi?

Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya berhasil di masyarakat nantinya. Namun kerap ukuran keberhasilan awal yang dilihat oleh orangtua adalah prestasi anak di sekolah. Padahal masih ada hal lainnya yang bisa dijadikan patokan. Keberhasilan itu terletak pada penggunaan fungsi otak secara maksimal.

Buku Accelerated Learning 21st Century menjelaskan bahwa otak memegang peranan dalam proses belajar. Diharapkan, saat belajar seseorang menggunakan kedua belah otak dengan baik sehingga dapat seimbang. Sayangnya, saat ini, kata psikolog Rose Mini, M.Psi.
Kita masih menekankan pada otak kiri saja, belahan otak berkarakter kognitif yang rasional, logis, matematis dan analitis. “Ukuran sehari-harinya, ya, anak itu pintar dan berprestasi,” jelas Rose dalam seminar ‘Meningkatkan Inteligensi dan Kreativitas Anak’ yang diselenggarakan Sini Catur Perdana.

Dua Belahan Otak

Otak manusia terdiri dari dua belahan, kanan dan kiri. Masing-masing belahan mempunyai kekhususan. Belahan otak kiri yang lebih banyak dikembangkan hampir oleh semua bangsa di dunia, mengkhususkan pada hal-hal yang bersifat verbal, matematis, analitis, rasional serta menekankan pada keteraturan. Belahan ini mengontrol bagian kanan tubuh manusia.

Sedangkan belahan otak kanan — yang mengontrol bagian kiri tubuh — terutama mengkhususkan pada hal-hal yang bersifat non-verbal, holistik, intuitif, dan imajinatif. Belahan ini sering dikatakan sebagai bagian yang memungkinkan timbulnya kreativitas. Hal ini lantaran intuisi dan imajinasi sebagai dua kegiatan mental yang dibutuhkan dalam kreativitas — dan menjadi kekhususan dari belahan ini. “Tanpa dukungan yang baik dari salah satu belahan otak, belahan lainnya akan mengalami hambatan,” ungkap psikolog UI ini.

Karakter kognitif ini sangat bermanfaat bagi manusia dalam mengarungi kehidupannya. Namun, karakter ini memang harus didampingi karakter yang ada di belahan otak kanan, yakni karakter afektif. Jika keduanya aktif, kehidupan seorang manusia akan lebih baik dan berkualitas.

Keseimbangan Otak = Kreativitas

Keseimbangan otak ini dahsyat dampaknya. Anak yang kedua belahan otaknya mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang, akan memunculkan kreativitasnya. Yakni suatu kemampuan daya cipta atau kemampuan menciptakan hal-hal baru. “Sesuatu yang diciptakan itu tak perlu hal-hal baru sama sekali, tapi dapat merupakan gabungan atau kombinasi dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya. Jadi sebagai orangtua kita wajib memberikan rangsangan pada anak agar kemampuan kreativitasnya berkembang baik,” kata Rose.

Anak yang seimbang antara otak kanan dan kirinya, ketika besar akan dapat mengaktualisasikan diri lebih mudah. Di antaranya, ia akan memiliki perhatian lebih pada keadaan sekelilingnya, keingintahuannya juga sangat besar, berkembang kreativitasnya serta memiliki imajinasi yang kuat tentang berbagai hal. Ia pun mudah bergaul dan mendapatkan teman. Mudah memahami hal yang tidak matematis, metaforis, dan pola-pola dimensi abstrak seperti dimensi ruang, suara, dsb. Anak memiliki rasa tanggung jawab, berani mengemukakan pendapat, dan bisa menghargai pendapat orang lain. Juga tak mudah stres jika terperangkap dalam situasi penuh tekanan. Dahsyat dampaknya, kan?

Dimensi Inteligensi Versi Gardner

Seorang pakar kecerdasan, Howard Gardner, mengemukakan bahwa arti dari kecerdasan harus diperluas spektrumnya dan tak terbatas pada pemecahan masalah atau persoalan rasional belaka, seperti dalam pelajaran bahasa dan matematika. Ia mengemukakan delapan dimensi inteligensi.

Language intelligence, hal ini berkaitan erat dengan kemampuan untuk membaca, menulis, dan berkomunikasi.

Logical mathematical intelligence, yaitu kemampuan untuk menghitung, berpikir sistematis, dll.

Visual spatial intelligence, yaitu kemampuan membayangkan suatu hasil akhir, mengimajinasikan sesuatu.

Musical intelligence, yaitu kemampuan untuk menciptakan lagu, mengerti dan memahami musik, menyanyi, dll.

Bodily-kinesthetic intelligence, yaitu kemampuan menggunakan kecekatan tubuh untuk mengatasi masalah, menghasilkan suatu produk.

Interpersonal (social) intelligence, yaitu kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain secara efektif, kemampuan untuk berempati dan memahami orang lain.

Intrapersonal intelligence, yaitu kemampuan untuk menganalisa diri sendiri, menggunakan perasaannya, untuk membuat perencanaan dan tujuannya.

Natural intelligence, yaitu kemampuan untuk mengenali flora dan fauna serta dapat melihat perbedaan yang ada pada alam ini.

Merangsang Kreativitas Si Kecil

Ciptakan lingkungan rumah yang membuat anak merasa aman untuk mengungkapkan pendapat, perasaan, dan sikapnya

Orangtua harus menghormati anak sebagai individu, menghargai keunikan anak.

Kedekatan emosi yang sedang-sedang saja

Hasil prestasi bukan angka

Orangtua harus jadi model

Orangtua harus menghargai kreativitas dan keingintahuan anak

Orangtua menunjang kegiatan anak

Orangtua menjadikan anak mandiri dan dapat mengambil keputusan

Orangtua sebagai fasilitator

Orangtua memberi pujian pada anak dan mengurangi hukuman

Sering berkomunikasi dua arah

b Mira/Sumber: Rose Mini, M.Psi.
Sumber: Tabloid Ibu & Anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s